Unknown


Orang tua merupakan suatu belahan jiwa dan anugerah setiap manusia. Semua orang yang lahir pastilah ia memiliki orang tua. Orang yang selalu mendoakan setiap anaknya agar menjadi pribadi yang baik dan sukses di masa depannya, merawat kita sejak kecil hingga sekarang. Ayah seorang yang bekerja untuk mendapatkan uang dan ibu yang membelanjakan uang tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Siapa yang tidak menangis ketika kita disuruh untuk merenungkan sosok orang tua. Sosok yang selalu mengorbankan keinginanya diatas keinginan kita. Apapun mereka lakukan agar kita seorang anak bisa makan dan minim yang layak. Mereka banting tulang dan tidak kenal yang namanya lelah. Coba ingat disaat kita sedang sakit betapa mereka sangatlah gelisah, tidur merekpun juga tidak nyenyak,  Renungkan jika mereka terjatuh sakit mereka tetap memikirkan sang buah hati. Dia selalu berdo’a agar cepat sembuh untuk menghidupi anaknya. Giliran orang tua yang sakit kita masih saja bisa tidur dengan lelapnya. Marilah kawan sadarlah betapa bertolak belakang sikap kita kepada orang tua. Tumbuhkan rasa cinta kasih kita sebagai penganti jasa-jasa mereka, walaupun sebenarnya jasa mereka tidak bisa kita gantikan.

Kawan mari kita sebagai anak senantiasa membahagiakan mereka, sungguh tidak seberapa pengorbanan kita dibanding mengorbanannya. Ketika engkau disuruh untuk memijat tubuhnya yang kelelahan karena pekerjaannya demi menghidupi kita maka lakukanlah dengan senang hati, rasakan bahwa kita bukan apa-apa tanpa mereka, rasakan jika tak ada mereka kita bagaikan seorang pengemis jalanan yang tak punya tempat tinggal, tak hidup dengan layak. Samakan dengan engkau yang tak henti-hentinya menyanyangi dan memikirkan kekasih atau pacar kita. Jangan sampai sayang kita kepada orang tua terkalahkan denagn sayang kita kepada kekasih, karena orangtualah yang merawat,membiyayai,mengasihi kita dari awal keahdiran kita didunia dan selama-lamanya, hanya orang tualah yang akan selalu mendengarkan setiap keluh kesah kita walaupun kita pernah menyakitinya mereka selalu dan akan selalu mimikirkan kita.

Di masa–masa sekolah kita selalu dituntunnya, masih bersamanya ketika sepulang sekolah. Jika anda masih dalam jenjang bersekolah jangan sia-siakan kebersamaanmu dengan orang-orang terkasih. Andai kita tahu itu lah kesempatan–kesempatan kita untuk bisa bersama dan berbagi kebahagiaan secara langsung. Sebelum kita menuju proses jejang pencarian jati diri sebenarnya.
Saatnya kita tumbuh dewasa serasa kita harus menanggung beban untuk bisa membahagiakan mereka. Waktunya untuk tidak menjadi kanak–kanak lagi. Mungkin untuk seorang yang belum siap merajut masa depan ia merasa ini adalah sebuah paksaan, namun sebenaranya kitalah yang harus menyesuaikan keadaan bahwa kita sudah saatnya menjadi diri yang dewasa.

April, 2013
0 Responses