Cinta nomor Satu
Cinta pada yang Satu
Semua orang nak boleh menipu
Semua orang berhajat pada cinta yang Satu
Kalau sekarangpun kalau dia tidak mengaku
Bila nanti balik jumpe yang satu
Dia juge akan tepaksa mengaku..
Memang itulah sebenar-benar cinte yang patut dituju
CINTE KEPADA YANG SATU
Bila kita ada Allah dalam hidup, hidup kite ni,, dia tidak akan mudah dilemahkan oleh benda2 kecil. Tak kan dia lemah dengan putus cinte die, sedih karena tak jumpe maklumat sebab die ada Matlamat, die ada bujukan die, die ada kekasih die.
Oke, coba bayangkan…
Sebuah gelas (gelas minum) saya masukkan dlm gelas ini air yang penuh. Dan ada juga sepiring garam. Bayangkan, k...ita ambil garam td kita masukkan kedalam gelas. Kalau diminum asin tak airnya? “asin”. Kemudian kalau saya ambil lagi sepiring garam, saya masukkan dalam satu aliran air sungai, maka asin taka sin kah sungai itu? “tak asin”. Sebab apa tak asin?. Sebab airnya banyak.
Kita tengok analogi die garam itu ibaratnya MASALAH / HALANGAN2 yg ada disekitar kita. Dan air itu ibaratnya JIWA kite. Kalau jiwa kita kecil,, sempit,,, masalah sedikitpun ia cukup mengesali, “rasa asin sangat garan tu tadi” ye, kalau airnya sedikit. Tapi kalau jiwa itu besar masalah yang sama tak ka nada rasa ape2.
Macam mana nak mendapat jiwa yang besar?
Tak lain tak bukan jiwa itu mesti ada cinte yang maha besar ye. Orang jelekin kite, orang dedahkan kisah2 aib kite yang silam misalnya, kalau kite tak ada Allah dalam hidup, kita mudah rase down (lemah) tapi kalau kita ada Allah kita yakin Allah itu tahu hati kite jauh lebih mendalam dari pada orang2 yg mengaku kenal kite, Allah maafkan kite,,Allah terima taubat kite,, Allah bagi kita masa depan ini merupakan suatu bujukuan dari pada Allah swt.
Allah sayang kite Dan Allah cemburu jika kita mencintai selain die bahkan Allah akan mengancam siapa yang meletakkan cinte lebih dr cinta kepada Allah, Rasul dan Jihadnya dijalanNya.
Allah menyebut dlm surat Al Baqarah ayat 165 “ ada seorang manuse yang mengambil tandingan2 lain selain cinte kepada Allah dan mereka mencintai tandingan ini same seperti mencintai Allah” nah, orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.
Allahurabbi.. takutnya dalam sehari 5 kali aja kita ingat kepada Allah seribu 1000 kali kita inget kpd lelaki/prmpuan. Apalah yang Allah lihat ni.. hamba Allah kah? Atau hamba lelaki/permpuan?
Jatuh cinta pun itu mmang boleh, tetapi bercinta ni kena faham dulu ape yg sye paham tentang istilahnye. Kata Imam Hasan al – Banna, “ bercinta secara halal itu halal dan bercinta secara haram tu haram”. Kalau bercinta tidak jelas ape halal dan haram ni? “bercinta secara subhat itu subhat. Dan subhat ni perkara yang tidak jelas” dan maukah kita bercinte dengan penuh keraguan, penuh liku, penuh luka, penuh lupe.
Syeh Al Kordhowi tidak memuji istilah biala melihat muda-mudi dihari ini menguruskan cinta mereka, jika sebelum nikah, ya jike mereke menghampiri zina. Liku, luka dan sia-sia.
Berhubungan ketika ada keperluan itu boleh, berurisanlah secara profesonal
No 1 Jaga pandangan, jangan pandang lama-lama
Yang ke 2 jaga perkataan jangan berbincang perkara lucah
Ke 3 jaga fitnah komunikasi, kontak bila perlu sahaja, dan berbincanglah perkara yang berfaedah dan jangan mubadzir
Yang ke 4 jaga jarak tak payah nak duduk dekat-dekat
Yang ke 5 jaga selamat jangan sampai berhaluan.
Kalau tak tahan lebih baik nikah cepat-cepat, lepas nikah nak bercinta puas-puaspun tak ada orang kacau
Kata Ibnu Qayyim, “ cinta ini ada tiga jenis, nomor satu cinte AGUNG yaitu cinte KEPADA ALLAH, yang kedue cinte PERTENGANHAN cinte KARENA ALLAH, dan yang ke tige cinte HINA cinte BERSAMA ALLAH” Jangan sampai cinta kita ini meletakkan benda lain sebagai no satu dlm hidup selain Allah.
itulah CINTA KEPADA YANG SATU, KITA DAPAT ALLAH KITA DAPAT SEGALANYA.
----------O0O------------
bersama ustadzah Fatimah Syarha dan juge ada pula cimplikan dalam film "aku ada wali
