Unknown
Entahlah ini sebagai ujian buatku…

Harus ku emban tugas ini, ditunjuk sebagai ketua regu dalam
pramuka. Sungguh sebenarnya aku tak mau dengan posisi ini karena pramuka
terkesan hal yang seru-seruan, suatu hal senang-senang yang berlebih, sedangkan
saya berperangai yaa… terkesan ramah tamah dan lembutlah… sedangkan pramuka
tegas dan keras menurutku…  aku takut
apabila aku lalai denganMu duhai Rabbku…. Kekasih sejatiku…

Besok adalah waktu pemberangkatan… aku niatkan azamku karenaMu ya
Rabb… teramat sulit.. tapi denganMu tak akan sulit, aku yakin itu…



Allahku…

Bimbing langkahku,, semoga kegiatan demi kegiatan tak
memudorotkanku dan kaum muslim lainnya. Semoga ku tetap bisa mengerjakan Ibadah
tanpa cela. Bantu hamba dalam mengemban tugas ini … semoga aku mampu meniru
akan halnya Angsa …. Ya belajar dari Angsa



Angsa  terbang bersama-sama dengan
membentuk formasi V, mereka terbang bersama-sama menambah kekuatan terbang
mereka menjadi kuat tidak mudah terombang-ambing, dengan bagian depan sebagai
pemimpinya, apabila bagian depan letih maka ia akan berpindah kebelakang dan
membiarkan angsa yang lain memimpin. Angsa-angsa ini juga bersuara serempak
sebagai tanda semangat bersama serta sebagai pemupuk motivasi angsa bagian
depan. Dengan cara ini mereka memiliki ritme terbang yang sama. Apabila ada
angsa yang sakit atau letih keluar dari formasinya makan akan diikuti dua angsa,
mereka akan menolong dan melindungi angsa itu hingga mati atau sembuh sehingga
bisa menyusul kelompok terdahulu atau membentuk formasi tersendiri.



Begitulah,
dengan kerjasama mampu merampungkan kerja-kerja yang lebih berat, bahkan bisa
menambah keilmuan kiata, karena tidak mungkin dalam diri kita dapat menguasai
semua ilmu. Masing-masing orang memiliki kemapuan keilmuan yang berbeda-beda
maka dibutuhkan kerja sama untuk saling melengkapi satu sama lain.

------

Ini lah ujian seorang muslim yang hidup dikalangan non muslim. Namun
 Alhamdulillah ku mampu melewatinya
selama dua tahun … semoga tetap kuat ke imananku hingga samapi titik darah
penghabisan (jiiaaaah… koyo opo wae hehe….).  Ya memang seringku dipandang aneh oleh
teman-teman, berjilbab besar. Pernah temanku terheran heran ketika saat ku kenakan
jilbab rangkap dua, karena menurutku kain jilbabku transparan, ia seraya
bertannya,”mid, ini jilbabmu kamu rangkap????” aku jawab iya (dengan entengnya).



Selain itu pernahku ku ditanya oleh temanku yang beragama kristiani
ketika sepulang perkuliahan, “Hamidah, kamu gak merasa gerah ya???” pertannyaan
itu ia lontarkan mungkin ia memperhatikanku waktu persentasi didepan kelas, ya
pastilah perhatian teman2 semua tertuju padaku karena pada saat itu aku yang
menyampaikan materi. Selain itu mungkin ia melihat pakaian yang aku kenakan pun
terasa berangkap2, sudah berjilbab besar, rok panjang, baju lengan panjang,,,
bebalut juga ditanganku sepasang deker. Seraya aku menjawab,” enggak kok dit,
gak gerah (sambilku tersenyum)” (amatlah nyaman ungkapku dalam hati).



Begtulah mungkin banyak terheran-heran dengan penampilanku. Tapi tak
kupedulikan semua itu. Karana yang terpenting adalah Rabbku, aku nyaman selama
aku berada tetap di jalur Allahku. Masih banyak lagi onak duri yang aku lalui,
namun bagiku itu adalah nikmat. Walau susahku jalani, buktinya aku tetap tegar
hingga saat ini. Karena aku ingat suatu hadist “ beruntunglah bagi orang yang
asing “ ya dikalangan ini bagi mereka diriku asing dan aneh, ku biarkan saja
pasti suatu saat mereka akan mengerti, dan bertanya mengapa begini begini dan
begitu. Ketika ditanyapun aku tak enggan untuk menjawab, ku jawab dengan senang
hati. Selain itu hadist yang membuatku kuat dan tetap berdiri yaitu hadist yang
berbunyi, “sesiapa yang berusaha mengamalkan agama yang sebenarnya itu bagaikan
menggenggam bara api” ya… aku selalu menggenggam bara itu,,, Alhamdulillah aku
pun tetap kuat, serasa lama-lama bara itu seakan2 ialah embun penyejuk bagiku.



Pernah juga ku dianggap egois oleh temanku, ketika terjadi make up
kelas, ketika berdiskusi bersama sering aku mengajukan pendapat jika tak
berkenan dihatiku ketika tawar menawaran jam perkuliahan. Jelas aku harus
mengajukan pendapat ketaka keputusan perkuliahan dimulai pada jam 12.00  atau 15.00 tepat karena di jam itu adalah
waktu seorang muslim menghadap kepada kekasihnya. Biarlah ku dianggap egois oleh
temanku mengenai satu hal mengenai Rabbku ini. Aku tak mau menjualnya.



Yaaa,,, sya maklumlah ini kan di kalaangan non muslim, namun yang
aku herankan dalam fakultasku, bahkan dalam kelasku mayoritas adalah muslim,
bahkan dalam satu kelasku yang non muslim Cuma sekitar 5/6 orang saja. dalam
hatiku berkata, teman2 apakah kalaian tak memikirkan jam2 waktu2  sholat???, ah.. dan ternyata merekapun
solatnya masih bolong-bolong. Sungguh sedih dan kasihan diri ini kepada mereka.
Mereka ternyata belum tahu, belum datangkah suatu ayat kepada kalian, atau
sebenarnya sudah datang, namun kalian tetap melanggar. Sungguh bila dilihat
disini adalah ladang dakwah,,, namun diri ini kurang daya, masih kurang ilmu,
dan butuh mental yang kuat. Namun ku tetap berusaha, walau sedikit.



Cerita unik lagi  saat
diadakannya Makrab (malam keakraban) kelas, disitu disaat acara malam
renungan  diadakan suatu kegiatan saling
menilai diantara semua teman diantaranya suatu yang disuka dari si aku, dan
keburukan dari si aku, yang ditulis dalam lebar kertas folio tanpa bergaris. Masya
Allah suatu yang menakjubkan dalam kolom keburukan, banyak temanku yang menulis
kata “aneh” ya aku aneh dikalangan mereka. Namun aku tak sakit hati senang dan
ketiwi sendiri daku, namun ada juga beberapa teman yang mampu mengerti
memandangku dari sudut pandang yang luas, mereka sedikit mengerti mengenai
diriku mungkin kali yaa hehe…

kenali saya maka kamu akan tahu siapa saya ... xixixi


Namun yang memuatku sedih dalam kolom kebaikan kebanyakan temanku
menuliskan “sholihah” OH NO TERAMAT TERKEJUT saya mengenai hal ini, ada juga
yang berkata baik, cantik, gemesin, pinter dll (hal itu langsung saja ku buang
ke tong sampah saja, karena berbahaya hihi..) seketika itu juga kusampaikan kepada
teman2ku karena perlu sangat untuk diuruskan, “teman2 dikolom kebaikan banyak
yang mengatakan saya orangnya sholihah, tidak teman2,,, aku belum berada
ditingkat sholihah… masih banyaaaaak…… orang2 diluar sana yang jauh lebih  shlihah dibandingkan saya”

Kemudian ada temanku yang menanggapi penjelasanku,” iya benar hamidah, namun
disini engkau lebih sholihah dibanding kita2 semua disini” entahlah ketika itu
aku tak mampu menyangkal,,, sudah tidak bisa berkata meski hatiku meronta.

 masih banyak cerita unik lain mungkindapat disambung dilain waktu :) ^_^

Begitu banyak pengalaman berharga..
Kekasihku bersamalah denganku selalu
Aku mencintaimu secara penuh duhai Rabb semesta alam

salatiga, 8 agustus 2014
0 Responses