Unknown
Sesungguhnya banyak kata yang terrangkai atasmu
seolah-olah engkau lakon dalam duniaku
Tapi sayang kini menghilang
Tak mungkin ku susun dan ku ulang kembali rangkaian itu
Bila harus jujur sebenarnya tak rela ini hati

----------------------

ini merupakan sebuah ungkapan kekecewaanku ketika dahulu ...
begitu banyak kata kata tergores 
namun hilang diterpa hujaman service
berawal dari nebi ku yang rusak  dan perlu di service
goresanku pun turut melayang bersamaan dengan nebiku
banyak goresan mengenai dia
dia seorang guru agamaku yang mampu mengetuk hatiku
namun kini ia sudah beristri 
salam ku untukmu 
dariku yang pernah mengagumimu...
Unknown
ku mulai tersadar dengan surat dari palestina ini,,, begitu susahnya mereka saudara/i kita... waktu amatlah berharga,, kita mampu belajar dengan aman,,, namun kita sia-siakan .... setiap insan yang lahir itu jga sangantlah berharga,,, duahai jiwa yang hatinya gelap gulita... satu nyawa itu amatlah berharga andai engkau menyadari... bercerminlah pada rakyat Palestina, betapa kita kurang bersyukur. saudara/i muslimku di Gaza Palistina,,, do'aku selalu menyertaimu... engkaulah sang Para Syuhada,,, betapa harum wanginya para Syhada ku rasai... aku menyayangimu secara Penuh karena Allah..
bersabarlah... ku tahu kalian kuat karena Allah


Seluruh isi surat ini telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia
dari Bahasa Arab, yang dikirim oleh seseorang bernama
Abdullah Al Ghaza yang Mengaku dari Gaza City-Jalur Gaza
melalui surat elektronik (Email) dan artikel diterbitkan oleh
Buletin Islami

“Untuk saudaraku di Indonesia, mengapa saya harus memilih dan
mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian...
tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya
jawaban yang saya miliki adalah karena negri kalian
berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan
demikian saudaraku? Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah
jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang
digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari
negara kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat
kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Wah pasti uang
kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang memnunaikan ibadah haji yang kedua
kalinya, Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang
ada di Gaza ini, tidak dilahirkan di negri kalian saja. Pasti
sangat indah dan mengagumkan. Negri kalian aman, kaya, dan
subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negri kalian. Pasti ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu
formula bayi pasti dengan mudah kalian dapoatkan di toko-toko
dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di
rumah sakit yang mereka inginkan. Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negri kami ini.

Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, ya di atas mobil saudaraku.! Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar Asi mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum. Namun, mengapa di negri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya.

Terkadang ditemukan mati di parit-parit, selokan, dan tempat
sampah. Itu yang kami dapat dari informasi di televisi. Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negri
kalian adalah negri yang tertinggi kasus aborsinya untuk
wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami
disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu?
Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi
kami disini. Memang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel,

kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di
selokan-selokan atau got-got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket
tentara Israel! Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi
adalah aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi.

Mereka
adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami
memerdekakan negri ini. Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009,saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut
lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!

Wahai saudaraku di Indonesia,

Negri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian
tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negri kalian
masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar.
Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negri kalian
diblokade juga? Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati
kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian
terlalu manja!

Saya adalah pegawai tata usaha di kantor
pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji
bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami. Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka
menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku. Dan Perdana Menteri kami, Ust Isma’il Haniya memberikan
santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan
pengajian atau halaqah pembinaan di negri antum (anda).
Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian
pasti bagus, banyak kitab mungkin yang kalian yang telah baca.
Dan banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun
bersemangat kan? Itu karena kalian punya waktu. Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu
jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk
halaqah. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai
dengan tugas yang diberikan kepada kami. Kami disini sangan menanti-nantikan saat halaqah tersebut walau hanya satu jam. Tentu kalian lebih bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqah, seperti ta’aruf, tafahum, dan takaful disana. Halafalan antum pasti lebih banyak daripada kami.

Semua pegawai dan pejuang HAMAS disini wajib menghapal Surah Al- Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela-
sela waktu istirahat perang, bagaimana dengan kalian? Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acar wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia merupakan
diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal Al-Qur’an dan
umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih
cepat menghapal Al-Qur’an ketimbang anak-anak kimi disini.
Di Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan.
Disini anak-anak belajar diantara puing-puing reruntuhan
gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya
diberi beberapa helai daun kurma. Ya, di tempat itu mereka
belajar, saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur’an
mereka bergemuruh dianatara bunyi-bunyi senapan tentara Israel.

Ayat-ayat jihad paling cepat mereka hafal, karena
memang didepan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan. Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat
solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia.
Kami menyaksikan aksi demo-demo kalian disini. Subhanallah,
kami sangat terhibur. Karena kalian juga merasakan apa yang
kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini, termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan , saudaraku. Biarlah butiran airmatamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhwah kalian kepada kami. Doa-doa dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya. Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam dan ulama-ulama kalian.

Saudaramu di Gaza, Abdullah Al Ghaza

SUBHANALLAH

Aamiinkan doa ini saudaraku,

Alllahumma ya Allah, ya Salaam, selamatkan kaum muslimin muslimat, menangkan para mujaahidin, terimalah mereka yang wafat sebagai syuhadaMu, satukan hati kami berjihad di jalanMu, tolong lindungi saudara kami di Gaza Palestina, tidak ada penolong kecuali Engkau ya Allah...

Rasulullah Saw mengingatkan, "Siapa yang tidak peduli dengan keadaan umat Islam maka mereka bukan umat Islam". Panjatkan selalu doa ini di setiap selesai sholat fardhu dan sholat dipenghujung malam kalian dan sertakan jihad kalian dengan harta di jalan Allah. Semoga Allah mengabulkan doa kita ini.

Aamiin ya Rabbal'alamiin
Unknown
1. pembantaian Muslim palestina tampaknya jadi "pertunjukan layar kaca paling lama" yg pernah diputar
2. mempertontonkan kebiadaban israel laknatullah, episode demi episode ditayangkan tiap waktunya kepada kaum Muslim
3. anehnya, kaum Muslim bersedih duka saat saksikan pembunuhan saudara2 mereka saat itu, namun membiarkan terulang episode berikutnya
4. mengumpat dan mengutuk kita lakukan saat dipertontonkan penyiksaan dan kesakitan mereka, namun semua selalu terulang kembali
5. ingatkah kita pd 2009, syahid 1.300 Muslim kurang dari 1 bulan di tangan israel? thn 2010 saat insiden freedom flotilla?
6. anehnya, sampai sekarang banyak Muslim akhirnya masih berharap pada PBB, AS dan dunia untuk selesaikan masalah palestina
7. ada baiknya kita mengingat kembali sejarah munculnya konflik palestina-israel, agar kita bisa memberikan sikap yang tepat untuknya
8. jalur gaza, adl sebentang tanah kaum Muslim yang tersisa stlh dirampas dunia barat, 'penjara' terbesar di dunia saat ini
9. jalur gaza, dikelilingi tembok beton tinggi, hingga Muslim disana terperangkap untuk dibunuh
10. tembok yg kelilingi gaza miliki 8 pintu, 7 pintu mengarah wilayah israel, 1 pintu berbatas dgn mesir, pintu rafah
11. dan pintu rafah inipun ditutup rapat tatkala Gaza dibantai pada 2009 oleh mesir dibawah husni mobarak waktu itu
12. yg menyedihkan, untuk menghalangi lorong bawah tanah ke mesir, pemerintah membangun tembok baja bawah tanah
13. yg lebih menyakitkan, tembok baja bawah tanah ini dishahihkan oleh fatwa grand syaikh al-azhar Thanthawi, yang katakan "itu syar'i!"
14. begitulah penguasa Muslim di arab berdiam diri terhadap gaza, mereka malah membantu yahudi laknatullah
15. tanah palestina, memang tanah penuh pesona bagi 3 agama langit, baik untuk yahudi, kristen dan Islam tentu saja
16. bagi kaum nasrani, tanah itu adl tempat lahir dan kematian Yesus, dan tempat bersejarah bagi mereka
17. bagi kaum yahudi, tanah itu adl promises land (tanah terjanji), tempat Daud dan Sulaiman membina kerajaannya
18. termasuk tembok ratapan yahudi, yang mereka yakini sebagai ritus satu2nya dari haikal sulaiman yang masih tersisa untuk diibadahi
19. bagi kaum Muslim, tanah itu adl kiblat pertama mereka, al-aqsha, serta tanah isra-mi'raj, tanah yang dialiri darah syuhada
20. sampai akhir abad 18, tanah palestina masih dibawah Khilafah Utsmaniyyah, dan saat itulah muncul gerakan zionisme pd 1987
21. Theodore Hertzl, bapak zionis lalu mendatangi Khalifah Abdul Hamid II berniat membeli tanah palestina untuk didirikan negara israel
22. “Tanah itu bukan milikku, tetapi milik ummatku” jawab Abdul Hamid II tegas. tak jera Hertzl datang kembali 5 tahun berselang
23. pd 1902 Hertzl datang niat menyuap Khalifah dgn 150 juta pound, bayarin hutang Khilafah 33 juta pound, dan pinjaman lainnya, dijawab:
24. “nasihati Dr. Hertzl, jgn teruskan rencananya | aku takkan lepaskan walau segenggam tanah ini (Palestina) | karena ia bukan milikku”
25. “tanah itu adl hak umat Islam yg telah berjihad demi kepentingan tanah ini, menyiraminya dgn darah | yahudi sila simpan harta mereka”
26. “jika Daulah Khilafah Utsmaniyah dimusnahkan pada suatu hari, maka mereka boleh mengambil Palestina tanpa membayar harganya”
27. “sementara masih hidup, aku lebih rela tusukkan pedang ke tubuh drpd lihat tanah palestina dikhianati dan dipisah dari Daulah Islamiyah”
28. “perpisahan adalah sesuatu yg tiakkan terjadi | aku tiakkan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup” (Abdul Hamid II, 1902)
29. begitulah ketegasan Abdul Hamid II berkenaan tanah palestina, tak seujung kuku terusik saat Khilafah Islam masih mewujud
30. saat itu Khilafah masih memnjadi tameng bagi ummat, walau lemah ia masih ditakuti kawan dan disegani kawan
31. kala itu, walau Muslim luas wilayahnya, namun mereka diatur dengan aturan yang padu, Al-Qur'an dan As-Sunnah, 1 aturan untuk 1 ummat
32. saat itu bendera hanya 1, hitam/putih bertahtakan kalimat syahadat, sebagaimana "panji Rasulullah warnanya hitam dan benderanya putih"
33. di waktu itu blm ada indonesia, blm juga mesir, arab, turki, libya, nigeria, india dan lainnya, mereka hanya 1 nama, Khilafah Islam
34. Khilafah adalah sistem pemerintahan warisan Rasulullah lewat hadits beliau, dan pemimpin khilafah ini beliau panggil sebagai Khalifah
35. petaka itu kemudian datang atas nama Perang Dunia I, 1914-1917, Khilafah Islam terjebak perang melawan sekutu dan kalah total
36. wilayah Islam yang padu tersebut dikerat oleh penjajah Inggris dan Prancis lewat perjanjian sykes-picot pada 1917
37. salah satu poin dalam perjanjian itu adl menjadikan palestina sebagai 'tanah bersama' inggris dan prancis
38. namun inggrislah penguasa sebenar palestina, lewat lobi yahudi yg dimotori Rothchilds, maka lahirlah deklarasi Balfour
39. Sir Arthur James Balfour menegaskan dalam Deklarasi ini, izin ratu Elizabeth dan penghargaan mereka untuk yahudi yg inginkan palestina
40. "His Majesty's government view with favour the establishment in Palestine of a national home for the Jewish people,
41. and will use their best endeavours to facilitate the achievement of this object" Begitu bunyi deklarasi Balfour 1917
42. sejak saat itu, mimpi buruk kaum Muslim di seluruh dunia, termasuk palestina resmi dimulai
43. Inggris bergegas dudukkan militer ke tanah palestin, Jendral Allenby lalu katakan "Today the wars of the Crusaders are completed"
44. untuk melegalkan migrasi yahudi ke tanah palestina, maka Inggris melalui LBB menerbitkan 'mandate for palestine' pada 1922
45. sejak saat itu ratusan ribu yahudi mulai bermukim di tanah kaum Muslim, dan pembantaian kaum Muslim dimulakan pula
46. pasca PDII thn 1945, Amerika yg mengambil alih dunia dari Inggris mengganti LBB menjadi PBB dan melanjutkan penubuhan negara israel
47. lewat lobi2 yahudi internasional, Harry Truman, presiden AS menjadikan PBB sebagai kakitangannya utk melegalkan israel
48. puncaknya thn 1947, PBB secara resmi membagi tanah palestina 55% utk israel dan 45% utk Muslim
49. ditindaklanjuti deklarasi kemerdekaan israel pd 1948 yg diakui dan dilindungi PBB dan Amerika
50. nyata sudah, israel adl negara, dimana ayahnya adl inggris, ibunya adl amerika dan PBB lah yg membidaninya
51. maka jangan heran bila PBB tak pernah tegas dlm mslh israel, itu adalah anak yg dilahirkannya
52. juga jgn berharap AS dan Inggris akan mengganggu israel, iti adalah anak kandungnya! sampai kapanpun akan dibela
53. sebaliknya, penduduk palestina menjadi stateless, tak diaku dunia sebagai negara dan tak punya hak apapun sebagai manusia
54. maka jika mereka bela nyawa, terorisme namanya | dan bila israel membunuh mereka, pre-emptive attack sebutannya, tindalkan bela diri
55. selepas itu, migrasi yahudi bertambah subur di tanah palestina, sedikit demi sedikit israel mulai meluaskan wilayah
56. pembantaian tak kenal waktu, segala jenis racun dan metode pembunuhan telah disaksikan tanah palestina lebih banyak, mulai dari situ
57. dunia Islam bergejolak, menangis, menahan buncah semangat, intifadha di seluruh dunia mengarah pada palestina
58. hal ini membuat seluruh penguasa negara Muslim mengadakan drama peperangan palsu terhadap israel, untuk meredam gejolak intifadha
59. perang rekayasa arab-israel berlangsung thn 1848, 1956, 1967 dan 1973, dan semuanya diakhiri dengan kekalahan negara2 Muslim
60. disitulah mitos isarel tak tertandingi muncul, padahal pengkhianatan penguasa2 Muslimlah penyebabnya, bukan kekuatan israel
61. pasca kemenangan perang enam hari atas negara2 arab, israel lalu menggariskan batas baru antara tanahnya dan tanah kaum Muslim
62. batas tahun 1967 inilah yg diusung obama sebagai penyelesaian, dan didukung tokoh2 Muslim indonesia, mungkin karena mengikut obama
63. menyakitkan, mendukung garis batas 1967 sama saja mengkhianati perjuangan umat, karena tak sejengkalpun harusnya diberi pd israel
64. bahkan sekadar mengakui kemerdekaan Israel thn 1948 saja seharusnya tak keluar dari lisan kita
65. jadi, bagaimanakah penyelesaian sebenarnya untuk masalah palestina? banyak yang mengajukan opsi
66. 1) PBB harus bertindak >> bagaimana mungkin? puluhan janji damai tak berguna, PBB mandul, lagipula ingat siapa yg membidani israel?
67. 2) AS harus bertindak? >> anda lupa ibunya israel? anda lupa bagaimana bush dan obama berkali-kali tegaskan sikap membantu israel?
68. bahkan obama pernah menjamin akan berikan US$30 milyar dalam pidatonya di AIPAC, juga janjikan bantuan senjata terbaik
69. 3) OKI harus bertindak? >> sekedar kecaman dan kutukan, itulah yg terbaik mereka lakukan, pemerintah Indonesia? >> sama saja
70. maka harus dipahami, bahwa yang terjadi di palestina saat ini adalah pembantaian yang menghasilkan jatuhnya korban
71. terhadap korban, maka tindakan konkritnya adl pengumpulan uang, material, atau bantuan medis dan kesehatan kepadanya
72. namun pembantaian itupun harus dihentikan, dan sampai sekarang tak satupun cara yang bisa hentikan israel dan kebiadabannya
73. maka israel hanya mengerti kata fisik, bukan negosiasi dan perdamaian, jihad fi sabilillah adalah satu2nya solusi
74. dan jihad ini telah merebak, baik oleh HAMAS, Hizbullah, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, atau organisasi apapun di palestina
75. hanya saja ini belum cukup, haruslah dilanjutkan dgn kekuatan total kaum Muslim, yg takkan bisa dimaksimalkan tanpa Imam/Khalifah
76. maka sebagaimana penyebabnya, maka solusi total bagi masalah palestina dan pembantaian lainnya adalah kembalinya Khilafah Islam
77. dan Khilafahlah yang akan memobilisasi jihad, satu-satunya kata yang dimengerti oleh yahudi laknatullah
Unknown
SAYA mampu hanyut dalam kisahnya.... merinding dan merintih sehingga membuncah pula butiran sejuk di kelopak mataku.... rasanya tergetak hatiku tuk menjadi MUJAHIDAH dimana saat ini pun GAZA sedang pula diusik Israel...

sebuah keinginan menjadi srikandi islam



Saat itu kudengar namamu disebut oleh malaikat dalam mimpi,
Kau adalah pengantin abadiku....
Kuterbangun dari mimpi,
Kutemukan dirimu menantiku di ujung jalan,
Dengan sekeranjang batu dari surga….

“Maa syaa Allah! Sepagi ini sudah dimulai? Keterlaluan!” Asma’ tergopoh menuju ruang tengah, melihat situasi di jalanan depan rumahnya. Ia menggigit bibir, menahan perih dalam hatinya. Memikirkan anak-anak didiknya di masjid samping rumahnya. Bagaimana hafalan mereka, sudah sampai juz berapa.
Asma’ terkejut saat pundaknya ditepuk oleh adik lelakinya. Usia mereka terpaut dua tahun. Asma’ adalah gadis tujuh belas tahun.

“Hai Asma’! Apa yang kaulakukan di sini. Sudah lewat waktu dluha tetapi kau masih diam saja. Bagaimana murid-muridmu!”

Asma’ tersentak. Ia merasa diingatkan, seharusnya ia mengurusi murid-muridnya, bukannya malah terbengong saja melihat pemandangan biasa di luar rumah. Ya, hari ini, Israel kembali menyerang Gaza untuk ke sekian kalinya. Nampaknya pemboikotan sudah tak begitu mempan bagi warga Gaza, mereka tetap bertahan. Mempertahankan bumi yang di dalamnya terletak masjid yang disebut dalam al-Qur’an surat al-Isra.

“Kau benar wahai Firaz! Baiklah aku akan segera menemui murid-muridku!” tak lama kemudian, Asma’ masuk ke kamarnya, mengenakan cadar lantas melangkah keluar rumah dengan lapang. Sesekali terdengar dentuman senjata-senjata Israel, namun itu tak menyurutkan langkahnya menemui murid-muridnya di masjid seperti biasanya.

Anak-anak kecil usia lima sampai sepuluh tahun berbaris menantinya di teras masjid—yang bangunannya sudah tak utuh lagi—menanti Asma’ sang guru. Di wajah mereka tampak semburat sinar keperkasaan tanpa sedikitpun rasa takut. Asma’ telah menanamkan benih-benih keberanian dalam jiwa-jiwa mereka, sehingga tatkala Asma’ menghampiri mereka, berebut satu persatu dari anak-anak kecil itu berteriak,
“Ummi kapan kita berperang!”
“Ummi, kita harus mempertahankan tanah kaum Muslimin ini…”
“Tak adakah Ummi, saudara kita dari negeri-negeri kaum Muslimin lainnya yang mendengar teriakan kita meminta bantuan?”

Asma’ menitikkan airmata di balik cadarnya, ia begitu terharu mendengar permintaan murid-muridnya untuk berjihad melawan kafir penjajah. Mereka masih sangat muda, namun pemikirannya sudah sangat jauh melesat melebihi anak-anak lain seusia mereka. Perang dan kematian bukan lagi menjadi sesuatu yang menakutkan.

Asma’ sering menceritakan, bahwa jiwa para syuhada itu akan terus hidup dan masuk surga atas izin Allah. Jika kita menolong agama Allah maka Allah akan menolong kita dan meneguhkan kedudukan kita.
“Ummi….Ummi…….!!!” teriak mereka. Asma’ lalu mengajak mereka masuk ke masjid, menenangkan mereka semuanya yang jumlahnya selalu tak pernah berkurang justru semakin bertambah. Sepuluh orang kini.

“Dengarkan Ummi. Meski jumlah kalian sepuluh orang, Allah akan melipatgandakannya menjadi ratusan bahkan ribuan sehingga kafir penjajah itu akan kewalahan menghadapi kalian.”
Kata-kata itu semakin mengobarkan semangat jihad mereka. Asma’ kemudian mengecek hafalan mereka. Yang paling besar, Umar, paling pendiam di antara semuanya sudah hafal 30 juz. Dua hari yang lalu ia membacakan seluruh isi Al-Qur’an dan kini ia hanya ingin segera keluar masjid untuk melawan Israel. Usianya, sembilan tahun.
***
Di tengah kesunyian sepertiga malam, Asma’ menemui Allah. Airmata tak henti-henti mengucur dari sumbernya, ribuan kali ia berdoa agar kaum Muslimin dapat memenangkan peperangan dengan kafir penjajah itu. Tubuhnya semakin kurus sebab makanan pokok sudah sangat susah didapatkan. Harus sembunyi-sembunyi melewati lorong-lorong ke Mesir yang kini perbatasan Jalur Gaza-Mesir diblokade oleh pemerintah Mesir.
Ya Allah, di manakah saudara-saudara kami? Di manakah bagian tubuh kami, apakah mereka tak merasakan sakit seperti yang kami rasakan? Ya Allah, sudah matikah hati mereka sehingga tak dapat lagi merasakan perih pada salah satu anggota tubuhnya? Atau mata mereka telah buta sehingga tak dapat melihat pembantaian ini? Ataukah telinga mereka tuli sehingga tak dapat mendengar jerit tangis kami? Apakah tangan mereka telah lumpuh sehingga tak dapat mengulurkan tangan menolong kami? Ya Allah….apakah kaki mereka telah patah sehingga tak dapat berlari menyongsong kami? Di mana mereka? Kelak hanya kepada-Mulah kami kan mengadu di Hari Pembalasan, di sana keadilan kan ditegakkan. Ya Allah…Engkaulah pemilik masjid al-Aqsha maka Engkau pulalah yang akan menjaganya….

“Wahai Asma’!” Firaz telah berdiri di sampingnya. “Mengapa engkau menangis?”
“Hai Firaz! Tidak bolehkah aku menangis di hadapan kekasihku?”
Firaz yang masih sangat belia itu lalu menceritakan pengalaman ia sehari ini melempari tentara Israel dengan batu-batu tajam. Seorang tentara yang lengah terkena dahinya sehingga darah mengucur deras dan paniklah ia. Itu mengacaukan laju tank mereka, membuat Firaz dan teman-temannya semakin semangat melempari mereka dengan batu.
“Asma’, sudah siapkah engkau menikah?”
Asma’ tentu saja kaget mendengar pertanyaan itu. Ia belum sempat memikirkan masalah itu. Ia hanya memikirkan bagaimana caranya murid-muridnya bisa menjadi mujahid-mujahidah pemberani tanpa rasa takut sedikitpun. Menikah baginya adalah suatu gambaran mimpi yang sulit untuk diwujudkan. Dengan siapakah ia akan menikah, ia tak tahu.
“Menikahlah Asma’! Aku akan menjadi walimu.”
Asma’ teringat Ayahnya yang tewas dibantai tentara Israel sepuluh tahun lalu ketika ia masih kecil. Sedangkan ibunya sudah syahidah ketika melahirkan Firaz. Mereka kini hidup sebatangkara.
Sinar mata Firaz begitu tajam, menghujamkan keyakinan di hati Asma’. Menikah? Dengan siapa?
“Kau akan kunikahkan dengan sahabatku, Abdurrahman namanya. Dia penembak jitu. Setiap batu yang ia lemparkan, nyaris selalu tepat mengenai tentara Israel. Dia kuridhoi agama dan akhlaknya. Insya Allah dia akan menjadi ayah bagi para mujahidmu. Bersamanya, kau akan ke surga, Insya Allah. Menikahlah Asma’, sesungguhnya aku ingin sekali melihatmu bahagia. Kita harus mempersiapkan banyak mujahid agar bisa melanjutkan perjuangan kita…” kini Firaz menepuk pundak Asma’.
Asma’ hanya diam. Seakan-akan ia pernah mendengar nama yang tadi Firaz sebutkan, namun entah di mana. Hanya sayup-sayup…
Firaz tersenyum, “Diammu adalah persetujuanmu.”
***
Tiga hari lagi pernikahan akan dilangsungkan. Asma’ telah membuat sebuah baju pengantin dengan tangannya sendiri. Sejauh ini ia belum pernah bertemu dengan Abdurrahman. Lelaki itu, bersama adiknya selalu berangkat pagi untuk melawan tentara Israel dan pulang tengah malam dengan hasil yang luar biasa. Banyak tentara Israel yang terluka oleh batu-batu yang dilemparkan mereka.
Menanti mujahidnya itu datang, Asma’ senantiasa bersabar mendengar kabar yang menyedihkan sekaligus membahagiakan. Satu persatu murid-muridnya berkurang karena mereka menjadi syuhada perang. Termasuk Umar, pagi tadi ia ditemukan dalam kondisi tubuh terkoyak karena jenazah yang sudah ditembak tentara Israel dimakan oleh anjing-anjing mereka. Airmata Asma’ menetes haru. Kini, semakin sedikitlah muridnya, mereka yang sudah menghafal al-Qur’an dalam usia dini, gugur sebagai syuhada.

Maka hari bahagia itu pun datanglah. Asma’ duduk di dalam kamarnya sementara di masjid sedang dilangsungkan akad nikah. Berarti, pagi ini Abdurrahman tidak melempari tentara Israel dengan batu. Berdebar hati Asma’ menanti kedatangannya, yang belum pernah dilihatnya tetapi jika ia sudah mengetuk pintu, artinya dia adalah seorang lelaki yang harus ia cium tangannya. Harus ia patuhi sepenuh hati. Dan dialah Khalifah rumah tangganya.
Waktu terus merayap, hingga waktu dluha telah habis namun pengantinnya tak kunjung mengetuk pintu kamarnya. Lama sekali….
Hingga ahirnya pintu diketuk, Asma’ membukanya ternyata Firaz datang dengan kepala menunduk. Tangan kanannya memegangi perut bagian kirinya “Hai Asma…” suaranya lirih.
Asma’ menahan nafas, menanti kalimat Firaz selanjutnya. “Katakan wahai Firaz!”
“Abdurrahman sudah menjadi suamimu…”
Asma’ mengucap hamdalah.
“Akan tetapi….Allah telah memintanya darimu. Apakah engkau ridho? Selepas akad nikah tadi, dengan ganas tentara Israel masuk dan menembaki siapapun yang ada di masjid. Aku pun…. ah….” ia roboh ke lantai. Tangan kanannya terlepas dari perutnya yang mengucurkan darah segar.
“Masya Allah!” Asma’ merangkul saudaranya, sehingga penuh darahlah baju pengantinnya yang putih dan bersih itu. Rupanya Firaz masih mampu berlari menuju Asma’ untuk memberitahukan kabar gembira bahwa Abdurrahman telah menjadi suami Asma’.
“Laa ilaaha illallah…Muhammad Rasulullah….Allahu Akbar…..” tak lama kemudian, mata Firaz terpejam dengan tenang.

Belum sempat bagi Asma’ untuk menangis, ia melihat dua tentara Israel mendobrak paksa pintu rumahnya. Melihat Asma’ begitu anggun tanpa cadar, membuat dua tentara bengis itu terbakar nafsu hendak menodai pengantin itu. Asma’ begitu marah, hingga rasanya ia ingin balas menyiksa tentara Israel tersebut. Mereka telah membunuh seluruh keluarganya, termasuk suami yang belum pernah dilihat sekalipun wajahnya.

Beberapa bongkah batu di dekat Asma’ seakan berbicara padanya, “ambil aku! Lemparkan aku pada mereka, biarkan aku yang menerkamnya atas izin Allah!”.
Asma’ pun meraihnya dan melemparlan tepat di kening seorang tentara. Ia panik. Darah mengucur di wajahnya. Lalu seorang lagi ia lempar dengan batu yang lain hingga keadaannya sama seperti temannya. Mereka meraung. Asma’ segera keluar rumah dengan berlari, ia ingin ke masjid menemui jasad suaminya. Ia ingin mencium tangannya untuk pertama dan terakhir meski dalam keadaan tak bernyawa. Ia terus berlari…
Namun, sebelum Asma’ bertemu dengan suaminya di masjid itu, seorang tentara Israel yang sedang berkeliaran di jalan menembaknya dari belakang. Benda tajam rasanya memotong-motong seluruh tubuhnya. Lama kelamaan ia lemas dan pengantin itu pun roboh ke tanah, sedikit lagi saja untuk sampai ke masjid.

Sebelum nafas terakhirnya terhembus, sebelum dua kalimat syahadat ia senandungkan, ia melihat Abdurrahman untuk pertama kalinya sedang tersenyum padanya dan mengajaknya berjalan berdua. Hanya berdua.[yN]

Serang, 8 Maret 2009
^ketika Allah telah membeli jiwa dan harta kita dengan surga-Nya^

pemilik cerpen FBnya https://www.facebook.com/yuni.ummufatih
 

Unknown

Jika kita perhatikan betul-betul kisah ni..
Al-quran nak agung-agungkan peluang cinta yusuf dan Zulaikha
Sepertimana yg diagung-agungkan dalam kiat-kiat kawin
Al-quran, menekankan…
Perjuangan seorang rasul dalam jihad melawan nafsu
Ia juge memuliakan taubat seorang wanita cuba yang hendak berzina
Orang yg sangat penting nak kita ambil

Biar kita segagah yusuf
Seinsaf Zulaikha

Baik, kita nak dapat cinta Allah…
Kita mesti kenal dl Allah
Dan nak kenal Allah itu
Dia ada dengan jalan wahyu
Petunjuk Rasul
Ada dengan jalan akal
Kia mengkaji
Kita memahami ilmu-lmu sains yg boleh membawa kite kepade merasai ade nye pencipta
Dan juga boleh mengenali Allah dengan cara kite lihat kepada fitrah kita ni..

Kita nak ada kekasih, nak ade tuhan, nak ade sesembahan, nak ade penyelamat nak ade tempat yg nak mendengar luahan hati kite, merujuk setiap kesedihan kite suara fitrah itu di istallkn secara semula jadi untuk cari Allah dlm hidup kite

Baik kita teruskan pada cerita kite,
Emmmmm,,
Yusuf sedar ya Allah cinta maklamatnya
Imra’atul aziz itu cuma makhluk
Bila nabi yusuf ‘alaihis salam diperintahkan masuk kdlm bilik
Baginda berada dlm situasi yg sangat disenangi oleh nafsu
Tapi dideritai oleh iman

Berdua-duan dalam bilik,,, digoda wanita cantik,,lain pula lain die,, pintu dah bekunci,,
Jadi, jika yusuf tak menguruskan nafsu lelakinya
Dia akan lintuk dalam bujuk rayu si cantik zulaikha
Orang soleh macam mana pun bila tak jaga hati yaaa…. boleh jadi tak tahan,,,
Ha,, tengok kesitu ye,, secara realitinya

Cinta itu degupan, atau lintasan, atau kecenderuangan yg lahir dari pada hati kite
Dan hati itu suatu raja yang perlu diuruskan,,
Kena post tekan butan post dlm diri kite
Aku ni,,, sedang letakkan cinta makhaluk no satu kah
Atau pun sedang letakkan cinta maklamat no Satu
Aku sedang ikut panduan wahyu?
Atau pun panggilan nafsu?

Nah, itu pentingnya fikharah ataupun pentingnya kesadaran
Pentingnya kita doa,, pentingnya kita rujuk Allah
Kita berdialog dengan Alllah
Supaya tindakan kita itu terpandu
Hee,,, kita suka ikut kehendak kite saja..

Hati nabi yusuf ni hidup
Hati nabi yusuf bekerja
Hati nabi yusuf berhubung kuat dengan cinta pencipta
Hati nabi susuf banyak,,,, muhaaasabah…
Tak mungkin cinta suci bergaul dengan cinte penuh noda
Bila raja yang bernama hati ini baik dalam kerajaan diri
Soal cinta mudah diuruskan
Soal cinta ini ia akan merujuk panduan tuhan
Kenal mana halal, kenal mana haram

Yusuf dlm kisah tadi lebih memilih cinta maklamatnya, cinta Allah bagi nabi yusuf jauh lebih besar dan lebih menyelubungi seluuruuh,,, akal dan pikirannya saat itu,
Perasaan nikmat ini tak kan dapat dirasaai dengan orang yang tak biase call dengan tuhanny, sms dengan tuhannye deting dng tuhannye…

Apa maksudnya???
Call itu maksudnya kita cepat2 sahut panggilan Allah bila tiba masa ibadah
Baca sms Allah, baca wahyu Allah,, kita deting di 1/3 mlm
Ada saat yg kita nanti2, kalau tidak terwujud rasa ternanti2 tu kita paksa tuk merasainye,
Dan kita tambahkan ilmu, ilmu ni yang sebabkan jiwa kita menjadi segar…
Dan lebih kenal mana cinta Alat mana cinta maklamat


Bagaimana bila kita nak uruskan bila kita dah jatuh cinta

Sebuah analogi : emmm,,, bila kita berpuasa, kita teringat nak makan, itu fitrah. Contohnya pada bulan ramadhan kita teringat nak makan… apa lagi td tak sahur, teringat nak makan , itu fitrah, tapi bila pukul 10 pagi kita doa syiik tenung makanan, kita main seduk2 air, drpd strong dlam cawan, na,, bukan nak makan nak minum sj,, kita syik deket dng makanan, dia boleh menyebabkan kita makin tak tahan,, air liur makin meleleh-leleh,,, rasa memang nak berbuka pause, sebab ape? Sebab lambat lagi nak berbuke pause,,tapi,, awal2 kita dah deket dng makanan,
Begitu juga ye,, bila kita dah jatu cinte,, jatuh hati,, itu fitrah,, bagaiman kita nak uruskan fitrah ni.. adakah bila kita suke pd ssorng kita pun cepat2 sms, call dng die, cakap bener2 tak penting,,tak perlu,, kita duk main api awal2,, dia akan menyebabkn kita rasa stress.. nak nikah cepat ataupun nak buat maksiat? Padahal, kita dalam tempo banyak benda lg yg perlu kita siapkn diri ketika tu, lebih2 lagi bila kita tu tak uruskan cnta tu, dengn kita pergi layan denger banyak2 lagu2 cinta, tengok cerita korea hari2, lee min hoo dengan ape2 ni,,, dengan cople caople, kita do tengok benda2 macam tu dia makin bagi stress… nak nikah… makin stress… e,,, mungkin ada yg beronani,,mungkin ada syek mimpi basak mlm2..ya,, ini berlaku pd remaja2 kita, maka kita kenal sangat rasional persoalan ini, setrategi yang pertama, kita post, tekan post dl, nabi ajarkan pilih orang yg macam mana,,, nabi ajar kite ye.. ade kondisi2 tertentu, mana yg elok nikah, mana yang kena tahan dl makhruh nikah ye, nabi dah keluarkan hokum makhruh nikah, sunnah niakah, wajib nikah. Kita tengok kita tahap mane. Kalau boleh kita nak nikah dalam kondisi yang di galakkan nikah, bukan kondisi yang makhruh nikah,, yang di benci Allah walau tak sampai tahap haram ataupun dalam kondisi haram, berdose kalau kita nikah

Sebuah analogi lagi, tentang orang main bola, ini sebuah analogi dr seorang ustadz, ustadz tengku rasyid, ia kata ,, orang yg lawan bola,, dia lawan bola tu dia akan menang tak menang kalau dia tak ada persiapan sebelum masuk pertandingan,dia mungkin boleh lawan, boleh main, tapi potensi untuk menang,,tuk hebat tuk Berjaya tu,, akan jadi rendah sebab persiapan tak cukup, latihan tak cukup. Macam tu juga perkawinan ni medan, semua orang ni nak masuk ke medan perkawinan ni, tapi kalau persiapan tak cukup,, ilmu tak cukup,, kita nak ciptakan pernikahan yang betul2 ada mawadah, rahmah dan sakinah, yang mewujudkan generasi yg akan membela agama bangsa dan negare, dia kan dikit potensinya, walaupun ada potensinye,Cuma kecillah,, sebab persiapan tak cukup. Pilihlah nak mane,, cinta high class cinta yang bersetatus tinggi yg cukup persiapan ataupun cinta biase2 yang mana raaamai msyarakat kita kita buat.

 Oke,, bagi remaja cinta saat ini teringat, tersyok, terindukan sape2, kita kena post pikir bagaimana si dia menawarkan cinta pd kita, atau bagaiman kita menawarkan cinta kepada si dia, ada kah ia menghampiri redho,, ataupun menghampiri murka Allah?, adakah kita pilih jalan takrabu zina atau kita pilih jalan yang menjauhi zina, dan memuliakan wali, muliakan keluarga, dan melarikan adat2 yg tak canggah dengan syariat, kita ada cara kita,” dan mungkin ketika ni ada suara hati seorang remaja yg berbisik, akak ni,,, saya sudah besar, sudah matang,,, kami tak suka di kongko2, kami maukan kebebasan,, bencinta ni bukti bahwa kami dah besar”,naa,,, ia tanda kebebasan
Tak semua kebebasan macam ni, baik remajaku sayang,,, akak faham, remaja mana sekalipun, mereka sukakan kebebasan, dia fitrah manusia yg normal, dekatkan hatimu dik,,, meski telingamu jauh,, akak nak kongsikan tips untuk menjadi remaja yg benar bebas. tipsnye ialah:
Hany adengan meletakkan Allah no satu dlm hidup kita bebas dalam bentuk penghambaan,kecuali pada Allah yg menciptakan, ini makna kebebasan sebenar, bukan dengan merantai diri dengan cinta makhluk, dengan ssorng individu, jika kita terkongko2 tak boleh nak buat, tak boleh nak bebas apa yg nak Allah suke, tapi terpenjare karena perbuat ape yg si dia suke, coba kita ubah kembali makna kebebasan yg kita inginkn itu, kita rujuk wahyu kah atau kita rujuk kata hati kita,
Hanya dengan meletakkan Allah no 1 dlm hidup, kita bebas drpd penghambaan drpd makhluk, meskipun cinta makhluk itu penting, tapi bukan cinta makhluk no 1, mencintai makhluk hnya semata2 nak dapat ridho sang Khaliq… sang pencipta makhluk. Baru hidup kita tenang,,, hidup kita ter arah,,, hidup kita ada kaidah,, hidup kita tak terseksa,, nak mengangiiss,, kecewe,,, sebab putus cinta,,,sampai ada yang potong urat nadi,, terjun bangunan…minum racun.. dsb Naudzubillah…

ini orng2 yg tak kenal mana cinta alat mana cinta maklamat,. Subhanallah…. Ini persoalan dr pd jiwa,,yang hajatkan jalan mujaahadah,, jalan berjihad melawan nafsu dia, persoalan yg sangat baik saya kira.memang ye selagi Allah pinjamkan nyawa kpd kita,perjuangan untuk kite tahan keinginan2, yg tak sepatutnya. Atau pun kita uruskan keinginan2 tu dengan jalan sepatutnya, takkan pernah berhenti, sehinggalah saat kita balik jumpa Allah swt, tentang keinginan nafsu kita,,nak uruskan cinta sesuka hati kita, saya kira petunjuk drpd nabi kita sangat menarik ye,, yaa ma’sarrasabab manistathoaminkum alba-a fatazawas.. wahai para pemuda klo km dah mampu, albaah disitu ulama tafsirkan mampu beri nafkag dzohir,,mampu beri nafkah batin,, maka menikahlah,,tapi klo tak mampu nak ape???? Berpuase, dank lo kit tengok falsafah puase, dia memang nak melatih hidup kita ni, la’alakum tattaqun,,,supaya km ni bertakwa kpd Allah, takut kpd Allah, sebab kita berpuase,, tahan diri dari makan, bukan sebab tak ada makanan.. kita memilih utk menahan ,, sebab kita takut kpd Allah,, itu tarbiah yg sangat penting dari pd Allah.. untuk bina jiwa bertaqwa dlm diri kite, kita memilih,,, pilihan2 dlm hidup kita ni atas dasar takut, kpd Allah, kita mampu berkata yesss,,, atopun no,, dlm ssuatu pilihan2 dlm hidup. Sama juga ye,,nafsu kita menarik kita ,, utk berbuat pilihan2 yg tak bagus.. yg Allah tak redha,, maka kita didik nafsu itu, dng bnyk kn berpuasa klo blm nikah, atau pun kita tambahkan lagi ilmu,,dan insyaa Allah ilmu itu akan memberikan cahaya baru, member kegagahan baru, untuk kita bertindak secara ada panduan,

Kesimpulan :
Ada janji hebat … dari pada nabi Muhammad salallahu’alaihiwasalam.. nabi tercinta kita semua, baginda bersabda.. ada tujuh golongan yg mendapat naungan Allah pada hari Yaumalailladholaih.. pada hari tiada naungan selain daripade naungan Allah..antaranya Raajulun seorang lelaki baik pula perempuan, lelaki Cuma wakil, raajulunda’adhum ra’atum dibujuk wanita, perempuan pula dibujuk urat relaki, laatumanstabit yang punyai kedudukan wajamaari ada kecantikan ada ketampanan,,faqola orang itu berkata inni akhafullah.. aku takut kpd Allah. Dng hadis sahih… hadis riwayat bukhari dan juga muslim. Subhanallah..

Dinaung Allah yg maha besar syaratnya … coba jadi generasi yang menjauhi zina katakan kepada setiap godaan itu..inni akhofullah… aku takut kpd Allah..

Bagaimana kita nak mencintai orng lain
Kalau kita tak mencintai diri sendiri
Bagaiman kita pula nak mencintai diri sendiri
Kalau kita tak mencintai Allah..
Kita datang dari Allah
Akan pulang kpd Allah
Hidup didunia ini sebab kita nak laksanakan agenda Allah dan tambahkan ilmu,,,
 
Untukku untukmu dan mereka
Aku sayang kalian semua… karena Allah
Semoga kita bertemu ditelaga surge Allah..



ini merupakan tausiah seorang ustadzah yang mana rasanya ku ingin seperti dia,,, yang begitu anggun pembawaan tausiahnya,,, lembut tuturkatanya,,,,, serta melegakan dan betapa menyejukkan parasnya....Subhanallah... ialah Ustadzah Fatimah Syarha. 
Unknown


istri shalihah
itulah cita-citaku
hidupku hanya untuk mengabdi
kepada suami semata

engkaulah ladangku wahai suami
engkaulah penghatar
antara aku dan Rabb-ku

engkaulah ladangku
untuk mengais Surga_Nya
apa yang engkau ingini kan kulakukan
selama itu baik dan benar

aku akan menjadi penguatmu
pencerdas akal pikiranmu
sehingga tidak akan ku lihat lelah
dalam raut wajahmu

engkaulah satu-satunya penghatar Cahaya-Nya
mari melangkah bersama munuju Jannah-Nya

-------------------------

entah siapapun engkau pemilik hatiku
ku jaga diriku hanya untukmu semata
apa kabarmu disana?
semoga Allah senantiasa melindungimu
Unknown
Malam-malammu bermesra dng buku-buku dan pena
 Membelai-belai tiap lembarnya
 Serta menorehkan suatu puing-puing
 Yg sekiranya amat sangatlah penting

 Semangat mu begitu membara
 Semoga tak lekas padam duhai saudaraku
 Karena semangatmu
 Aku pun tak mau kalah menggelora