Unknown
SAYA mampu hanyut dalam kisahnya.... merinding dan merintih sehingga membuncah pula butiran sejuk di kelopak mataku.... rasanya tergetak hatiku tuk menjadi MUJAHIDAH dimana saat ini pun GAZA sedang pula diusik Israel...

sebuah keinginan menjadi srikandi islam



Saat itu kudengar namamu disebut oleh malaikat dalam mimpi,
Kau adalah pengantin abadiku....
Kuterbangun dari mimpi,
Kutemukan dirimu menantiku di ujung jalan,
Dengan sekeranjang batu dari surga….

“Maa syaa Allah! Sepagi ini sudah dimulai? Keterlaluan!” Asma’ tergopoh menuju ruang tengah, melihat situasi di jalanan depan rumahnya. Ia menggigit bibir, menahan perih dalam hatinya. Memikirkan anak-anak didiknya di masjid samping rumahnya. Bagaimana hafalan mereka, sudah sampai juz berapa.
Asma’ terkejut saat pundaknya ditepuk oleh adik lelakinya. Usia mereka terpaut dua tahun. Asma’ adalah gadis tujuh belas tahun.

“Hai Asma’! Apa yang kaulakukan di sini. Sudah lewat waktu dluha tetapi kau masih diam saja. Bagaimana murid-muridmu!”

Asma’ tersentak. Ia merasa diingatkan, seharusnya ia mengurusi murid-muridnya, bukannya malah terbengong saja melihat pemandangan biasa di luar rumah. Ya, hari ini, Israel kembali menyerang Gaza untuk ke sekian kalinya. Nampaknya pemboikotan sudah tak begitu mempan bagi warga Gaza, mereka tetap bertahan. Mempertahankan bumi yang di dalamnya terletak masjid yang disebut dalam al-Qur’an surat al-Isra.

“Kau benar wahai Firaz! Baiklah aku akan segera menemui murid-muridku!” tak lama kemudian, Asma’ masuk ke kamarnya, mengenakan cadar lantas melangkah keluar rumah dengan lapang. Sesekali terdengar dentuman senjata-senjata Israel, namun itu tak menyurutkan langkahnya menemui murid-muridnya di masjid seperti biasanya.

Anak-anak kecil usia lima sampai sepuluh tahun berbaris menantinya di teras masjid—yang bangunannya sudah tak utuh lagi—menanti Asma’ sang guru. Di wajah mereka tampak semburat sinar keperkasaan tanpa sedikitpun rasa takut. Asma’ telah menanamkan benih-benih keberanian dalam jiwa-jiwa mereka, sehingga tatkala Asma’ menghampiri mereka, berebut satu persatu dari anak-anak kecil itu berteriak,
“Ummi kapan kita berperang!”
“Ummi, kita harus mempertahankan tanah kaum Muslimin ini…”
“Tak adakah Ummi, saudara kita dari negeri-negeri kaum Muslimin lainnya yang mendengar teriakan kita meminta bantuan?”

Asma’ menitikkan airmata di balik cadarnya, ia begitu terharu mendengar permintaan murid-muridnya untuk berjihad melawan kafir penjajah. Mereka masih sangat muda, namun pemikirannya sudah sangat jauh melesat melebihi anak-anak lain seusia mereka. Perang dan kematian bukan lagi menjadi sesuatu yang menakutkan.

Asma’ sering menceritakan, bahwa jiwa para syuhada itu akan terus hidup dan masuk surga atas izin Allah. Jika kita menolong agama Allah maka Allah akan menolong kita dan meneguhkan kedudukan kita.
“Ummi….Ummi…….!!!” teriak mereka. Asma’ lalu mengajak mereka masuk ke masjid, menenangkan mereka semuanya yang jumlahnya selalu tak pernah berkurang justru semakin bertambah. Sepuluh orang kini.

“Dengarkan Ummi. Meski jumlah kalian sepuluh orang, Allah akan melipatgandakannya menjadi ratusan bahkan ribuan sehingga kafir penjajah itu akan kewalahan menghadapi kalian.”
Kata-kata itu semakin mengobarkan semangat jihad mereka. Asma’ kemudian mengecek hafalan mereka. Yang paling besar, Umar, paling pendiam di antara semuanya sudah hafal 30 juz. Dua hari yang lalu ia membacakan seluruh isi Al-Qur’an dan kini ia hanya ingin segera keluar masjid untuk melawan Israel. Usianya, sembilan tahun.
***
Di tengah kesunyian sepertiga malam, Asma’ menemui Allah. Airmata tak henti-henti mengucur dari sumbernya, ribuan kali ia berdoa agar kaum Muslimin dapat memenangkan peperangan dengan kafir penjajah itu. Tubuhnya semakin kurus sebab makanan pokok sudah sangat susah didapatkan. Harus sembunyi-sembunyi melewati lorong-lorong ke Mesir yang kini perbatasan Jalur Gaza-Mesir diblokade oleh pemerintah Mesir.
Ya Allah, di manakah saudara-saudara kami? Di manakah bagian tubuh kami, apakah mereka tak merasakan sakit seperti yang kami rasakan? Ya Allah, sudah matikah hati mereka sehingga tak dapat lagi merasakan perih pada salah satu anggota tubuhnya? Atau mata mereka telah buta sehingga tak dapat melihat pembantaian ini? Ataukah telinga mereka tuli sehingga tak dapat mendengar jerit tangis kami? Apakah tangan mereka telah lumpuh sehingga tak dapat mengulurkan tangan menolong kami? Ya Allah….apakah kaki mereka telah patah sehingga tak dapat berlari menyongsong kami? Di mana mereka? Kelak hanya kepada-Mulah kami kan mengadu di Hari Pembalasan, di sana keadilan kan ditegakkan. Ya Allah…Engkaulah pemilik masjid al-Aqsha maka Engkau pulalah yang akan menjaganya….

“Wahai Asma’!” Firaz telah berdiri di sampingnya. “Mengapa engkau menangis?”
“Hai Firaz! Tidak bolehkah aku menangis di hadapan kekasihku?”
Firaz yang masih sangat belia itu lalu menceritakan pengalaman ia sehari ini melempari tentara Israel dengan batu-batu tajam. Seorang tentara yang lengah terkena dahinya sehingga darah mengucur deras dan paniklah ia. Itu mengacaukan laju tank mereka, membuat Firaz dan teman-temannya semakin semangat melempari mereka dengan batu.
“Asma’, sudah siapkah engkau menikah?”
Asma’ tentu saja kaget mendengar pertanyaan itu. Ia belum sempat memikirkan masalah itu. Ia hanya memikirkan bagaimana caranya murid-muridnya bisa menjadi mujahid-mujahidah pemberani tanpa rasa takut sedikitpun. Menikah baginya adalah suatu gambaran mimpi yang sulit untuk diwujudkan. Dengan siapakah ia akan menikah, ia tak tahu.
“Menikahlah Asma’! Aku akan menjadi walimu.”
Asma’ teringat Ayahnya yang tewas dibantai tentara Israel sepuluh tahun lalu ketika ia masih kecil. Sedangkan ibunya sudah syahidah ketika melahirkan Firaz. Mereka kini hidup sebatangkara.
Sinar mata Firaz begitu tajam, menghujamkan keyakinan di hati Asma’. Menikah? Dengan siapa?
“Kau akan kunikahkan dengan sahabatku, Abdurrahman namanya. Dia penembak jitu. Setiap batu yang ia lemparkan, nyaris selalu tepat mengenai tentara Israel. Dia kuridhoi agama dan akhlaknya. Insya Allah dia akan menjadi ayah bagi para mujahidmu. Bersamanya, kau akan ke surga, Insya Allah. Menikahlah Asma’, sesungguhnya aku ingin sekali melihatmu bahagia. Kita harus mempersiapkan banyak mujahid agar bisa melanjutkan perjuangan kita…” kini Firaz menepuk pundak Asma’.
Asma’ hanya diam. Seakan-akan ia pernah mendengar nama yang tadi Firaz sebutkan, namun entah di mana. Hanya sayup-sayup…
Firaz tersenyum, “Diammu adalah persetujuanmu.”
***
Tiga hari lagi pernikahan akan dilangsungkan. Asma’ telah membuat sebuah baju pengantin dengan tangannya sendiri. Sejauh ini ia belum pernah bertemu dengan Abdurrahman. Lelaki itu, bersama adiknya selalu berangkat pagi untuk melawan tentara Israel dan pulang tengah malam dengan hasil yang luar biasa. Banyak tentara Israel yang terluka oleh batu-batu yang dilemparkan mereka.
Menanti mujahidnya itu datang, Asma’ senantiasa bersabar mendengar kabar yang menyedihkan sekaligus membahagiakan. Satu persatu murid-muridnya berkurang karena mereka menjadi syuhada perang. Termasuk Umar, pagi tadi ia ditemukan dalam kondisi tubuh terkoyak karena jenazah yang sudah ditembak tentara Israel dimakan oleh anjing-anjing mereka. Airmata Asma’ menetes haru. Kini, semakin sedikitlah muridnya, mereka yang sudah menghafal al-Qur’an dalam usia dini, gugur sebagai syuhada.

Maka hari bahagia itu pun datanglah. Asma’ duduk di dalam kamarnya sementara di masjid sedang dilangsungkan akad nikah. Berarti, pagi ini Abdurrahman tidak melempari tentara Israel dengan batu. Berdebar hati Asma’ menanti kedatangannya, yang belum pernah dilihatnya tetapi jika ia sudah mengetuk pintu, artinya dia adalah seorang lelaki yang harus ia cium tangannya. Harus ia patuhi sepenuh hati. Dan dialah Khalifah rumah tangganya.
Waktu terus merayap, hingga waktu dluha telah habis namun pengantinnya tak kunjung mengetuk pintu kamarnya. Lama sekali….
Hingga ahirnya pintu diketuk, Asma’ membukanya ternyata Firaz datang dengan kepala menunduk. Tangan kanannya memegangi perut bagian kirinya “Hai Asma…” suaranya lirih.
Asma’ menahan nafas, menanti kalimat Firaz selanjutnya. “Katakan wahai Firaz!”
“Abdurrahman sudah menjadi suamimu…”
Asma’ mengucap hamdalah.
“Akan tetapi….Allah telah memintanya darimu. Apakah engkau ridho? Selepas akad nikah tadi, dengan ganas tentara Israel masuk dan menembaki siapapun yang ada di masjid. Aku pun…. ah….” ia roboh ke lantai. Tangan kanannya terlepas dari perutnya yang mengucurkan darah segar.
“Masya Allah!” Asma’ merangkul saudaranya, sehingga penuh darahlah baju pengantinnya yang putih dan bersih itu. Rupanya Firaz masih mampu berlari menuju Asma’ untuk memberitahukan kabar gembira bahwa Abdurrahman telah menjadi suami Asma’.
“Laa ilaaha illallah…Muhammad Rasulullah….Allahu Akbar…..” tak lama kemudian, mata Firaz terpejam dengan tenang.

Belum sempat bagi Asma’ untuk menangis, ia melihat dua tentara Israel mendobrak paksa pintu rumahnya. Melihat Asma’ begitu anggun tanpa cadar, membuat dua tentara bengis itu terbakar nafsu hendak menodai pengantin itu. Asma’ begitu marah, hingga rasanya ia ingin balas menyiksa tentara Israel tersebut. Mereka telah membunuh seluruh keluarganya, termasuk suami yang belum pernah dilihat sekalipun wajahnya.

Beberapa bongkah batu di dekat Asma’ seakan berbicara padanya, “ambil aku! Lemparkan aku pada mereka, biarkan aku yang menerkamnya atas izin Allah!”.
Asma’ pun meraihnya dan melemparlan tepat di kening seorang tentara. Ia panik. Darah mengucur di wajahnya. Lalu seorang lagi ia lempar dengan batu yang lain hingga keadaannya sama seperti temannya. Mereka meraung. Asma’ segera keluar rumah dengan berlari, ia ingin ke masjid menemui jasad suaminya. Ia ingin mencium tangannya untuk pertama dan terakhir meski dalam keadaan tak bernyawa. Ia terus berlari…
Namun, sebelum Asma’ bertemu dengan suaminya di masjid itu, seorang tentara Israel yang sedang berkeliaran di jalan menembaknya dari belakang. Benda tajam rasanya memotong-motong seluruh tubuhnya. Lama kelamaan ia lemas dan pengantin itu pun roboh ke tanah, sedikit lagi saja untuk sampai ke masjid.

Sebelum nafas terakhirnya terhembus, sebelum dua kalimat syahadat ia senandungkan, ia melihat Abdurrahman untuk pertama kalinya sedang tersenyum padanya dan mengajaknya berjalan berdua. Hanya berdua.[yN]

Serang, 8 Maret 2009
^ketika Allah telah membeli jiwa dan harta kita dengan surga-Nya^

pemilik cerpen FBnya https://www.facebook.com/yuni.ummufatih
 

Unknown

Jika kita perhatikan betul-betul kisah ni..
Al-quran nak agung-agungkan peluang cinta yusuf dan Zulaikha
Sepertimana yg diagung-agungkan dalam kiat-kiat kawin
Al-quran, menekankan…
Perjuangan seorang rasul dalam jihad melawan nafsu
Ia juge memuliakan taubat seorang wanita cuba yang hendak berzina
Orang yg sangat penting nak kita ambil

Biar kita segagah yusuf
Seinsaf Zulaikha

Baik, kita nak dapat cinta Allah…
Kita mesti kenal dl Allah
Dan nak kenal Allah itu
Dia ada dengan jalan wahyu
Petunjuk Rasul
Ada dengan jalan akal
Kia mengkaji
Kita memahami ilmu-lmu sains yg boleh membawa kite kepade merasai ade nye pencipta
Dan juga boleh mengenali Allah dengan cara kite lihat kepada fitrah kita ni..

Kita nak ada kekasih, nak ade tuhan, nak ade sesembahan, nak ade penyelamat nak ade tempat yg nak mendengar luahan hati kite, merujuk setiap kesedihan kite suara fitrah itu di istallkn secara semula jadi untuk cari Allah dlm hidup kite

Baik kita teruskan pada cerita kite,
Emmmmm,,
Yusuf sedar ya Allah cinta maklamatnya
Imra’atul aziz itu cuma makhluk
Bila nabi yusuf ‘alaihis salam diperintahkan masuk kdlm bilik
Baginda berada dlm situasi yg sangat disenangi oleh nafsu
Tapi dideritai oleh iman

Berdua-duan dalam bilik,,, digoda wanita cantik,,lain pula lain die,, pintu dah bekunci,,
Jadi, jika yusuf tak menguruskan nafsu lelakinya
Dia akan lintuk dalam bujuk rayu si cantik zulaikha
Orang soleh macam mana pun bila tak jaga hati yaaa…. boleh jadi tak tahan,,,
Ha,, tengok kesitu ye,, secara realitinya

Cinta itu degupan, atau lintasan, atau kecenderuangan yg lahir dari pada hati kite
Dan hati itu suatu raja yang perlu diuruskan,,
Kena post tekan butan post dlm diri kite
Aku ni,,, sedang letakkan cinta makhaluk no satu kah
Atau pun sedang letakkan cinta maklamat no Satu
Aku sedang ikut panduan wahyu?
Atau pun panggilan nafsu?

Nah, itu pentingnya fikharah ataupun pentingnya kesadaran
Pentingnya kita doa,, pentingnya kita rujuk Allah
Kita berdialog dengan Alllah
Supaya tindakan kita itu terpandu
Hee,,, kita suka ikut kehendak kite saja..

Hati nabi yusuf ni hidup
Hati nabi yusuf bekerja
Hati nabi yusuf berhubung kuat dengan cinta pencipta
Hati nabi susuf banyak,,,, muhaaasabah…
Tak mungkin cinta suci bergaul dengan cinte penuh noda
Bila raja yang bernama hati ini baik dalam kerajaan diri
Soal cinta mudah diuruskan
Soal cinta ini ia akan merujuk panduan tuhan
Kenal mana halal, kenal mana haram

Yusuf dlm kisah tadi lebih memilih cinta maklamatnya, cinta Allah bagi nabi yusuf jauh lebih besar dan lebih menyelubungi seluuruuh,,, akal dan pikirannya saat itu,
Perasaan nikmat ini tak kan dapat dirasaai dengan orang yang tak biase call dengan tuhanny, sms dengan tuhannye deting dng tuhannye…

Apa maksudnya???
Call itu maksudnya kita cepat2 sahut panggilan Allah bila tiba masa ibadah
Baca sms Allah, baca wahyu Allah,, kita deting di 1/3 mlm
Ada saat yg kita nanti2, kalau tidak terwujud rasa ternanti2 tu kita paksa tuk merasainye,
Dan kita tambahkan ilmu, ilmu ni yang sebabkan jiwa kita menjadi segar…
Dan lebih kenal mana cinta Alat mana cinta maklamat


Bagaimana bila kita nak uruskan bila kita dah jatuh cinta

Sebuah analogi : emmm,,, bila kita berpuasa, kita teringat nak makan, itu fitrah. Contohnya pada bulan ramadhan kita teringat nak makan… apa lagi td tak sahur, teringat nak makan , itu fitrah, tapi bila pukul 10 pagi kita doa syiik tenung makanan, kita main seduk2 air, drpd strong dlam cawan, na,, bukan nak makan nak minum sj,, kita syik deket dng makanan, dia boleh menyebabkan kita makin tak tahan,, air liur makin meleleh-leleh,,, rasa memang nak berbuka pause, sebab ape? Sebab lambat lagi nak berbuke pause,,tapi,, awal2 kita dah deket dng makanan,
Begitu juga ye,, bila kita dah jatu cinte,, jatuh hati,, itu fitrah,, bagaiman kita nak uruskan fitrah ni.. adakah bila kita suke pd ssorng kita pun cepat2 sms, call dng die, cakap bener2 tak penting,,tak perlu,, kita duk main api awal2,, dia akan menyebabkn kita rasa stress.. nak nikah cepat ataupun nak buat maksiat? Padahal, kita dalam tempo banyak benda lg yg perlu kita siapkn diri ketika tu, lebih2 lagi bila kita tu tak uruskan cnta tu, dengn kita pergi layan denger banyak2 lagu2 cinta, tengok cerita korea hari2, lee min hoo dengan ape2 ni,,, dengan cople caople, kita do tengok benda2 macam tu dia makin bagi stress… nak nikah… makin stress… e,,, mungkin ada yg beronani,,mungkin ada syek mimpi basak mlm2..ya,, ini berlaku pd remaja2 kita, maka kita kenal sangat rasional persoalan ini, setrategi yang pertama, kita post, tekan post dl, nabi ajarkan pilih orang yg macam mana,,, nabi ajar kite ye.. ade kondisi2 tertentu, mana yg elok nikah, mana yang kena tahan dl makhruh nikah ye, nabi dah keluarkan hokum makhruh nikah, sunnah niakah, wajib nikah. Kita tengok kita tahap mane. Kalau boleh kita nak nikah dalam kondisi yang di galakkan nikah, bukan kondisi yang makhruh nikah,, yang di benci Allah walau tak sampai tahap haram ataupun dalam kondisi haram, berdose kalau kita nikah

Sebuah analogi lagi, tentang orang main bola, ini sebuah analogi dr seorang ustadz, ustadz tengku rasyid, ia kata ,, orang yg lawan bola,, dia lawan bola tu dia akan menang tak menang kalau dia tak ada persiapan sebelum masuk pertandingan,dia mungkin boleh lawan, boleh main, tapi potensi untuk menang,,tuk hebat tuk Berjaya tu,, akan jadi rendah sebab persiapan tak cukup, latihan tak cukup. Macam tu juga perkawinan ni medan, semua orang ni nak masuk ke medan perkawinan ni, tapi kalau persiapan tak cukup,, ilmu tak cukup,, kita nak ciptakan pernikahan yang betul2 ada mawadah, rahmah dan sakinah, yang mewujudkan generasi yg akan membela agama bangsa dan negare, dia kan dikit potensinya, walaupun ada potensinye,Cuma kecillah,, sebab persiapan tak cukup. Pilihlah nak mane,, cinta high class cinta yang bersetatus tinggi yg cukup persiapan ataupun cinta biase2 yang mana raaamai msyarakat kita kita buat.

 Oke,, bagi remaja cinta saat ini teringat, tersyok, terindukan sape2, kita kena post pikir bagaimana si dia menawarkan cinta pd kita, atau bagaiman kita menawarkan cinta kepada si dia, ada kah ia menghampiri redho,, ataupun menghampiri murka Allah?, adakah kita pilih jalan takrabu zina atau kita pilih jalan yang menjauhi zina, dan memuliakan wali, muliakan keluarga, dan melarikan adat2 yg tak canggah dengan syariat, kita ada cara kita,” dan mungkin ketika ni ada suara hati seorang remaja yg berbisik, akak ni,,, saya sudah besar, sudah matang,,, kami tak suka di kongko2, kami maukan kebebasan,, bencinta ni bukti bahwa kami dah besar”,naa,,, ia tanda kebebasan
Tak semua kebebasan macam ni, baik remajaku sayang,,, akak faham, remaja mana sekalipun, mereka sukakan kebebasan, dia fitrah manusia yg normal, dekatkan hatimu dik,,, meski telingamu jauh,, akak nak kongsikan tips untuk menjadi remaja yg benar bebas. tipsnye ialah:
Hany adengan meletakkan Allah no satu dlm hidup kita bebas dalam bentuk penghambaan,kecuali pada Allah yg menciptakan, ini makna kebebasan sebenar, bukan dengan merantai diri dengan cinta makhluk, dengan ssorng individu, jika kita terkongko2 tak boleh nak buat, tak boleh nak bebas apa yg nak Allah suke, tapi terpenjare karena perbuat ape yg si dia suke, coba kita ubah kembali makna kebebasan yg kita inginkn itu, kita rujuk wahyu kah atau kita rujuk kata hati kita,
Hanya dengan meletakkan Allah no 1 dlm hidup, kita bebas drpd penghambaan drpd makhluk, meskipun cinta makhluk itu penting, tapi bukan cinta makhluk no 1, mencintai makhluk hnya semata2 nak dapat ridho sang Khaliq… sang pencipta makhluk. Baru hidup kita tenang,,, hidup kita ter arah,,, hidup kita ada kaidah,, hidup kita tak terseksa,, nak mengangiiss,, kecewe,,, sebab putus cinta,,,sampai ada yang potong urat nadi,, terjun bangunan…minum racun.. dsb Naudzubillah…

ini orng2 yg tak kenal mana cinta alat mana cinta maklamat,. Subhanallah…. Ini persoalan dr pd jiwa,,yang hajatkan jalan mujaahadah,, jalan berjihad melawan nafsu dia, persoalan yg sangat baik saya kira.memang ye selagi Allah pinjamkan nyawa kpd kita,perjuangan untuk kite tahan keinginan2, yg tak sepatutnya. Atau pun kita uruskan keinginan2 tu dengan jalan sepatutnya, takkan pernah berhenti, sehinggalah saat kita balik jumpa Allah swt, tentang keinginan nafsu kita,,nak uruskan cinta sesuka hati kita, saya kira petunjuk drpd nabi kita sangat menarik ye,, yaa ma’sarrasabab manistathoaminkum alba-a fatazawas.. wahai para pemuda klo km dah mampu, albaah disitu ulama tafsirkan mampu beri nafkag dzohir,,mampu beri nafkah batin,, maka menikahlah,,tapi klo tak mampu nak ape???? Berpuase, dank lo kit tengok falsafah puase, dia memang nak melatih hidup kita ni, la’alakum tattaqun,,,supaya km ni bertakwa kpd Allah, takut kpd Allah, sebab kita berpuase,, tahan diri dari makan, bukan sebab tak ada makanan.. kita memilih utk menahan ,, sebab kita takut kpd Allah,, itu tarbiah yg sangat penting dari pd Allah.. untuk bina jiwa bertaqwa dlm diri kite, kita memilih,,, pilihan2 dlm hidup kita ni atas dasar takut, kpd Allah, kita mampu berkata yesss,,, atopun no,, dlm ssuatu pilihan2 dlm hidup. Sama juga ye,,nafsu kita menarik kita ,, utk berbuat pilihan2 yg tak bagus.. yg Allah tak redha,, maka kita didik nafsu itu, dng bnyk kn berpuasa klo blm nikah, atau pun kita tambahkan lagi ilmu,,dan insyaa Allah ilmu itu akan memberikan cahaya baru, member kegagahan baru, untuk kita bertindak secara ada panduan,

Kesimpulan :
Ada janji hebat … dari pada nabi Muhammad salallahu’alaihiwasalam.. nabi tercinta kita semua, baginda bersabda.. ada tujuh golongan yg mendapat naungan Allah pada hari Yaumalailladholaih.. pada hari tiada naungan selain daripade naungan Allah..antaranya Raajulun seorang lelaki baik pula perempuan, lelaki Cuma wakil, raajulunda’adhum ra’atum dibujuk wanita, perempuan pula dibujuk urat relaki, laatumanstabit yang punyai kedudukan wajamaari ada kecantikan ada ketampanan,,faqola orang itu berkata inni akhafullah.. aku takut kpd Allah. Dng hadis sahih… hadis riwayat bukhari dan juga muslim. Subhanallah..

Dinaung Allah yg maha besar syaratnya … coba jadi generasi yang menjauhi zina katakan kepada setiap godaan itu..inni akhofullah… aku takut kpd Allah..

Bagaimana kita nak mencintai orng lain
Kalau kita tak mencintai diri sendiri
Bagaiman kita pula nak mencintai diri sendiri
Kalau kita tak mencintai Allah..
Kita datang dari Allah
Akan pulang kpd Allah
Hidup didunia ini sebab kita nak laksanakan agenda Allah dan tambahkan ilmu,,,
 
Untukku untukmu dan mereka
Aku sayang kalian semua… karena Allah
Semoga kita bertemu ditelaga surge Allah..



ini merupakan tausiah seorang ustadzah yang mana rasanya ku ingin seperti dia,,, yang begitu anggun pembawaan tausiahnya,,, lembut tuturkatanya,,,,, serta melegakan dan betapa menyejukkan parasnya....Subhanallah... ialah Ustadzah Fatimah Syarha. 
Unknown


istri shalihah
itulah cita-citaku
hidupku hanya untuk mengabdi
kepada suami semata

engkaulah ladangku wahai suami
engkaulah penghatar
antara aku dan Rabb-ku

engkaulah ladangku
untuk mengais Surga_Nya
apa yang engkau ingini kan kulakukan
selama itu baik dan benar

aku akan menjadi penguatmu
pencerdas akal pikiranmu
sehingga tidak akan ku lihat lelah
dalam raut wajahmu

engkaulah satu-satunya penghatar Cahaya-Nya
mari melangkah bersama munuju Jannah-Nya

-------------------------

entah siapapun engkau pemilik hatiku
ku jaga diriku hanya untukmu semata
apa kabarmu disana?
semoga Allah senantiasa melindungimu
Unknown
Malam-malammu bermesra dng buku-buku dan pena
 Membelai-belai tiap lembarnya
 Serta menorehkan suatu puing-puing
 Yg sekiranya amat sangatlah penting

 Semangat mu begitu membara
 Semoga tak lekas padam duhai saudaraku
 Karena semangatmu
 Aku pun tak mau kalah menggelora
Unknown
Engkau bagiku bagaikan Khadijah,
 yang sllu menopang dakwah Rasulullah. 
Ketika orang-orang menolak ku, 
kau menerima ku,
 serta di saat orang-orang mendustakan ku, 
kau mempercayai ku
dan kau menolong ku dengan harta dan jiwa mu 
pada saat orang-orang memusuhi ku. 
Khadijah, Khadijah, Khadijah . .

--------------------------------------------------------
entah ia benar atau tidak 
bahwa ini untuk diriku
aku pun sangat berterima kasih 
seakan-akan istimewanya daku...
namun sepertinya,,
aku belum pernah menolongmu dengan harta dan jiwaku
Unknown
  • Semoga keselamatan, rahmat, barakah Allah untukmu. 

    semoga Allah senantiasa mencintai dan merahmatimu, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.

     -> Janganlah engkau berharap pada makhluk, Allah lah satu-satunya yang bisa engkau harapkan, dan akupun tak bisa memberikan kebaikan melainkan apa yang diizinkan Allah saja.

    Semoga Allah senantiasa menunjukimu jalan yang paling benar dan menetapkan hatimu dalam kebenaran. .

    -> Kejarlah akherat, namun jangan lupakan duniamu.
    Sungguh, aku kagum dengan pernyataanmu di atas dan pernyataan tersebut aku sepaham. Hal tersebut tidaklah salah, justru itulah yang baik dan itulah yang dituntunkan.
    Namun bila yang bekerja satu orang (suami saja) konsekuensinya adalah tidak ada tambahan penghasilan (maksud : dari istri). Pun itu tidak mengapa dalam islam.


    Dengan generasi yang dijaga dengan baik dan dijaga dengan kebaikan, maka generasi yang baik in sya Allah akan midah dapatkan.

  • Bersabarlah dengan kesabaran yang baik. Menunggulah dengan penantian yang baik dalam penantian imam dambaan dalam hidupmu. 

    ---------------------------------

    sungguh jawaban yang sempurna...
    hinggaku tergagap nak bilang apa... kata "Subhanallah"lah yang muncul pertama dalam lumat bibir ini...
    betapa tak ku sangka... amat sangatlah melegakan....

    sempat ku berfikir... betapa bodoh dan lemahnya aku
    namun dismaping itu mulai dari sini semangatku kembali membuncah....


    terimakasih ya Rabb engkau hadirkan...
Unknown


aku tak sanggup melihat gemerlapnya dunia, serta banyaknya godaan. aku hanya ingin sedehana saja namun tetap istimewa di mata Allah. memegang Kitabullah dan sunnah, yang kini semakin ditinggalkan. Sungguh aku sangat sedih melihat rusaknya generasi sekarang, dan akupun takut terjerumus dalam lubang maksiat, karenaku bercita2 menjadi bunga yang suci hanya untuk seorang yang halal saja. semoga pun aku tak menyesal bila mempercayaimu bercerita mengenai kegundahanku. Semogapun aku tak memilih orang yang salah dalam menyampaikan kegundahan… setelah Rabbku.sungguh aku sangant butuh teladan, membimbing sehingga ku tak gundah dalam meniti RidhaNya sehingga langkahku pun mantap dalam segala perbuatan. Akupun juga tak mau tersalah pemahaman dalam beragama. aku terlahir dalam keluarga berbasis NU, sehingga tidak ada pembimbingku dalam beragama yang benar. Walaupun ada aku rasa itu tdk benar, mana mungkin saya menerimanya.

tolong koreksi mengenai pemikiranku dbwh ini ya..
Entah akhir-akhir ini aku takut menjadi wanita berprofesi, aku takut jika Rumahku atau anak2 tak terurus nantiinya karena kesibukanku dalam berprofesi. Entah aku hanya ingin menjadi ibu rumah tangga, mengurus rumah, aku tak inginkan apa2, ku ingin berbakti pada suami, karena suami adalah ladang ku mengais surgaku,

Salahkah aku,,, jika aku ingin menjadi madrasah sekolah bagi anak2ku, aku ingin menjadi madrasah yang baik yang menghasilkan madrasah yang baik pula, 

Entahlah.. ku ingin focus ingin menjadi bidadari di syurga Allah di akhirat kelak. Utuh membina kebahagiaan ddlmnya, menjaga dan memelihara kemuliaan ketenangan kesantunan, dari ganggunan dosa luar yg luas.. menyemai cinta dan kasih sayang untuk suami dan keluarga, ikhlas tugasnya walau tanpa sebarang gaji. Karena yakin ganjaran Allah lebih hebat lagi. 

Tidak ada peranan yang lebih mendatangkan pahala yg banyak melainkan peranan mendidik anak2 menjadi anak yang diredhai Allah dan Rasulnya. Karena anak2lah juga sumber pahala dan sumber kebaikan suami dan istri nantinya.

Sungguh entah .. aku dah tak tertarik lagi belajar mengenai ilmu dunia ini, karena ilmu akhirat masih banyak yang belum ku kumengerti, sungguh ku lebih tertarik belajar mengenai ilmu Allah..

Sungguh hinanya daku… ana sadar bahwa wanita ialah ujian berat bagi laki2. Namun ana tak bermaksud begitu.